Lompat ke isi utama

Mengapresiasi Pencapaian Instruktur Pada Hari Perempuan Internasional

by Analee Gale

IWD
IWD

Lauren

lauren2

Lauren 28 tahun tinggal di Sydney bagian barat (Australia). Sudah menjadi instruktur selama 18 bulan dan mengajar program BODYSTEP dan BODYPUMP.

“Saya rajin olahraga dari dulu, tapi dulu saya sangat gemuk dibanding sekarang. Bahkan, berat badan saya pernah sampai 90kg dengan ukuran baju 16. Oleh karena itu, saya mulai rajin berolahraga dengan serius, bahkan saya menjadi pecandu gym!

Lauren kecanduan berolahraga karena di gym tempat dia berlatih ada kelas fitnes grup, yang menurutnya lebih seru bila dibanding harus berolahraga sendiri misalnya angkat beban dan kardio.

“Di gym lokal tempat saya berolahraga ada program-program Les Mills, saya langsung join tanpa ragu!”

Program Les Mills yang diikuti Lauren pertama kali adalah BODYPUMP. Meskipun setelah latihan badannya sakit selama beberapa hari, Lauren menyukai BODYPUMP! Lalu, dia coba Les Mills GRIT, tapi rasanya terlalu intense, akhirnya dia balik ke BODYPUMP, karena menyukainya akhirnya dia putuskan untuk menjadi instruktur!

“Waktu itu saya sedang merampungkan Sertifikat III di bidang Fitness dan saya sadar kalau minat saya ke arah fitness daripada training. Saya putuskan untuk mengambil pelatihan dasar BODYSTEP dan keputusan saya benar!”

“Pelatihan Modul Dasar sangat seru! Saya membangun persahabatan yang kuat, dan 18 bulan berlalu sudah, kami masih bertemu tiap kwartal untuk saling berbagi pengetahuan. Pelatihan Modul Dasar telah membentuk saya dan menjadikan saya sebagai instruktur dan pribadi seperti hari ini.”

“Yang paling saya sukai dari profesi ini adalah melihat kesuksesan para member dalam latihannya dan menjalani gaya hidup yang lebih bahagia dan lebih sehat. Saya juga gembira mengetahui bahwa anak-anak kecil nggak sabar untuk cepat besar supaya bisa ikut latihan! Selain itu, saya tahu beberapa member saya sedang menghadapi masalah dalam kehidupannya dan mereka memilih saya dan kelas saya untuk melepaskan penat dan kejenuhan, mencoba dan meningkatkan kesehatan mental mereka, dan saya menerima tanggung jawab itu dengan serius.”

“Bagi saya, mengajar adalah hobi dan bukan pekerjaan. Jadi mudah bagi saya untuk bangun jam 4.30 pagi untuk melakukan hal yang saya cintai. Keluarga saya sering bercanda dengan mengatakan bahwa gym adalah pacar saya, dan mereka gembira melihat saya melakukan apa yang menjadi hobi saya. Hanya saja, yang nggak mengenakkan menjadi instruktur itu adalah cucian saya banyak sekali!”

Seperti apa karakter anda waktu mengajar?

“Waktu mengajar saya bisa melakukan apa saja dan menjadi siapa saja, dan faktanya itu asik! Saya orang yang santai, tenang bahkan waktu mengajar pun saya bisa berkelakar supaya member saya rileks. Pokoknya, berolahraga dan bergembira!

Untuk anda yang sedang mempertimbangkan untuk menjadi instruktur, Lauren berpesan: “Tidak usah ragu lagi; ambil kesempatan itu, lagi pula apa ruginya? Kalau kesempatannya sudah lewat anda akan menyesal!”

 

Menchu

menchu

Di kota Quezon Filipina, ibu beranak tiga berusia 37 tahun, Menchu Peralta, telah menjadi instruktur Les Mills selama 14 tahun.

Sertifikat yang sudah dikantonginya adalah BODYATTACK, BODYBALANCE, BODYCOMBAT, BODYJAM, BODYSTEP, BODYPUMP, LES MILLS GRIT, RPM, SPRINT, kecintaannya terhadap olahraga sudah ada sejak kecil.

“Sejak kecil saya suka olahraga, tampil di panggung di hadapan orang banyak. Waktu di sekolah tinggi, saya adalah anggota tim taekwondo. Kecintaan untuk tampil dan olahraga terus berlanjut waktu saya tergabung dalam tim pemandu sorak di universitas tempat saya menyelesaikan pendidikan dulu.”

Menchu mengetahui Les Mills pertama kali dari suaminya (dulu pacarnya waktu di kampus dan rekan di tim pemandu sorak), yang mengajaknya pergi ke pusat kebugaran di mana suaminya (waktu itu) mengajar program Les Mills.

“Sebagai seorang pemandu sorak yang mencintai tarian, perhatian saya pertama kali tertuju pada BODYJAM. Saya menikmati tiap detik dan menyukai tiap iramanya, sensasinya, pokoknya segala hal tentang itu.”

“Bagi saya, hal terbaik menjadi seorang instruktur adalah, apresiasi para member yang diberikan kepada kita merupakan perasaan yang sangat indah. Pada saat anda di panggung, mereka mendengarkan anda dan memperhatikan apa yang anda lakukan, karena mereka tahu bahwa anda memiliki kemampuan dan pengetahuan sebagai seorang pendidik dan bukan hanya sebagai seorang instruktur. Mereka menaruh kepercayaan kepada anda dan anda memiliki kemampuan untuk membantu mereka meraih tujuan fitnesnya.”

“Tentu saja, menjadi instruktur bukan tugas yang selalu mudah. Ya, berdiri di panggung dan tampil di depan orang rasanya memang luar biasa, tapi nggak mudah. Anda juga harus bertemu beberapa peserta yang kasar dan merendahkan pekerjaan anda, pribadi anda dan lain-lain yang tidak mereka sukai; namun apa yang anda terima akan melebihi semua hal-hal negatif tadi.”

“Pesan saya untuk para instruktur baru adalah persiapan yang baik terkait dengan kemampuan anda merupakan kunci utama; anda harus selalu siap. Anda juga harus mengenal para member anda. Kuncinya adalah tumbuhkan rasa yang positif, bersemangat dan bersahabat sehingga mereka merasa tidak sia-sia menyisihkan waktu untuk berlatih bersama anda. Anda juga harus belajar cara menangani situasi yang berbeda-beda, baik maupun buruk, dengan cara yang positif dan profesional, setiap saat.

“Saya sudah mengambil Training Lanjutan BODYATTACK yang memberikan pengalaman yang sangat berbeda dan hebat. Awalnya, saya pikir akan sama saja dengan pengetahuan yang sudah saya dapat waktu pelatihan lanjutan sebelumnya, tapi tidak. Pelatihan ini memberikan pengetahuan tambahan mengenai diri anda dan para peserta anda, sehingga anda dapat menciptakan situasi dan cara pandang yang mendukung anda mengajar. Pelatihan ini mengajarkan bagaimana anda dapat lebih membantu para peserta untuk meraih target gaya hidup yang lebih sehat; yang akan menjadi pengalaman unik bagi masing-masing peserta anda waktu berlatih.”

Menchu believes the secret to a long career as an instructor is to remain healthy – not only physically but also mentally. She also says that a great instructor will always stay positive, even during challenging times.

Menchu yakin, tetap sehat secara fisik dan mental merupakan kunci agar karir anda sebagai instruktur panjang. Dia juga berkata bahwa seorang instruktur yang hebat selalu berfikiran positif, bahkan di saat yang sulit sekalipun.

“Seperti semua hal dalam hidup ini, program-program Les Mills pun berkembang dari waktu ke waktu; mulai dari musik, koreonya, dasar ilmu pengetahuannya, tapi yang tidak pernah berubah adalah keceriaan dan efektifitasnya.

“Pengalaman di Les Mills yang tidak terlupakan bagi saya adalah waktu saya mengikuti filming BODYCOMBAT 60 di New Zealand! Awalnya saya berdiri di baris kedua di belakang dua pria berbadan tinggi, lalu seorang petugas filming meminta saya untuk maju dan berdiri di antara kedua pria itu. Mereka berdua saling berpandangan dan saya tunjukkan kemampuan saya sejak awal kelas dimulai dan membuktikan bahwa saya pantas berdiri di baris depan! ‘Kamu pasti bisa!” dan “Tenaga anda besar ya!”, adalah beberapa komentar dari orang yang di belakang saya. Saya tahu saya kecil tapi itulah yang mendorong saya melakukan hal-hal besar!”

Kenangan lainnya, menurut Menchu salah satu hal terbaik menjadi instruktur Les Mills adalah kesempatan untuk berkenalan dengan banyak teman baru dan bertemu dengan banyak instruktur dari seluruh dunia, sebagai salah satu bagian dari proses belajar yang terus menerus.

Pesan Menchu untuk siapa saja yang sedang memutuskan untuk menjadi instruktur, “Yakinlah dengan prosesnya. Sadari bahwa perjalanan tiap-tiap orang berbeda-beda, tidak selalu mulus dan tidak semua orang bisa anda puaskan, apalagi kalau anda baru. Ada yang suka dengan anda dan ada juga yang tidak suka, tapi seiring waktu mereka akan menyadari kemampuan anda. Cintai pekerjaan anda dan orang-orang akan mencintai anda kerenanya!”